Pelabuhan Palembang Terus Berbenah

6 Sep 2011

Kota Palembang, sebagai ibukota Provinsi Sumatera Selatan, dalam 5 tahun terakhir mengalami kemajuan yang begitu pesat. Infrastruktur, sarana dan prasarana tersedia, investasi marak, roda perekonomian terus menggeliat. Kondisi ini tak pelak menjadikan Palembang sebagai salah satu kota tujuan di tanah air. Baik untuk sekedar berkunjung maupun untuk mencari peluang usaha.Wartawan Indonesia Shipping Gazette saat menunggu kedatangan Quay Crane Container di Ambang Luar Sungai Musi, Palembang

Secara status pun, Palembang sudah menjadi kota yang metropolis. Indikator suatu kota dikatakan metropolis antara lain ditinjau dari segi kepadatan penduduk, tingkat perekonomian, ketersediaan sarana dan prasarana serta variabel-variabel penunjang lain. Dalam konteks ini, Palembang sudah memenuhi kriteria sebagai kota metropolis. Geliat perekonomiannya pun terus menunjukkan tren yang positif. Investasi marak karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga memberikan rasa aman dan percaya bagi para investor.

Pelabuhan Boom Baru, Palembang yang terletak di Sungai Musi, adalah pelabuhan sungai terbesar di wilayah Sumatera merupakan salah satu tumpuan urat nadi pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan. Pelabuhan yang berdiri di atas lahan seluas 722,5 Ha, merupakan pelabuhan yang sangat potensial dimasa mendatang dan terbuka bagi kerjasama investasi.

Dari sirkulasi di dalamnya, untuk pertumbuhan arus peti kemas di tahun 2011 terus meningkat signifikan dibanding tahun 2010 lalu. Menurut General Manager Pelabuhan Palembang, Andi Isnovandiono saat ditemui Indonesia Shipping Gazette di kantornya (Palembang) beberapa waktu lalu mengatakan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas 2011 di Pelabuhan Palembang yang rata-rata 10 ribu TEUs lebih per bulan, manajemen PT. Pelabuhan Indonsia II Cabang Pelabuhan Palembang akan memperluas lapangan penumpukan di terminal petikemas pada tahun 2012 seluas 1 Ha yang mampu menampung sekitar 1.320 TEUs.

Lahan tersebut meliputi lahan Eks rumah dinas di Jalan Muntok yang mampu menampung 660 TEUs dan Lahan Eks PT. Tania Selatan yang mampu menampung kapasitas yang sama sekitar 600 s/d 700 TEUs, tutur Andi di kantornya.

Menurutnya, perluasan lapangan tersebut dinilai sangat tepat karena disamping untuk mengantisipasi peningkatan arus petikemas yang mulai meningkat sejak akhir desember 2010 juga mendukung peningkatan produktivitas dan kinerja terminal sejalan dengan adanya penambahan peralatan bongkar muat di pelabuhan.

Peningkatan arus petikemas tersebut, sudah mulai terlihat akhir tahun 2010 yang rata-rata perbulan sudah mencapai 7 ribu TEUs dan dalam 5 (lima) bulan terakhir tahun ini (2011) telah mencapai 10 ribu TEUs lebih, Sementara tahun 2009 sebesar 85 ribu TEUs dan 87 Ribu TEUs di tahun lalu (2010), sedangkan sampai pertengahan tahun ini (s/d juli 2011) sudah mencapai 70 ribu TEUs. Diharapkan dengan penambahan peralatan bongkar muat ini, akan mampu meningkatkan dua kali produktivitas bongkar muat yang ada saat ini, tuturnya lebih lanjut.

Disisi lain untuk meningkatkan pelayanan di Terminal Petikemas (penumpukan) akan dilakukan perbaikan lapangan petikemas sekitar 1,2 Ha pada akhir tahun ini dengan investasi mencapai Rp 14 milliar dengan sumber dana internal perusahaan. Perbaikan berat yang terletak di Blok A itu menurut rencana akan dikerjakan selepas Lebaran 2011 dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2012 mendatang. Perbaikan yang dimenangkan tendernya oleh PT Waskita Karya, dikerjakan selama 7 bulan. Sedangkan perbaikan penumpukan itu akan dikerjakan dalam dua tahap, sehingga tidak menganggu aktifitas penumpukan di lokasi tersebut yang kini menampung 500 hingga 600 TEUs.

Datangkan Peralatan Bongkar Muat

Selain mengupayakan perbaikan dan perluasan, managemen Pelindo II Cabang Palembang juga akan mendatangkan peralatan bongkar muat. Penambahan peralatan bongkar muat berupa 1 unit quay container crane, 4 unit RMGC Rail Mounted Gantry Crane kapasitas 35 sd. 40 ton, 4 unit gantry jib crane, 4 unit Head truck, 4 unit chassis, 1 unit mobile crane dan 1 unit side loader.

Seperti diketahui, Indonesia Shipping Gazette berkesempatan menyaksikan kedatangan Quay Container Crane (QCC) yang diberangkatkan dari China pada 12 Agustus 2011 dan tiba di Ambang Luar Sungai Musi pada 25 Agustus 2011, dengan jarak kurang lebih 92 km dari pelabuhan Boom Baru. Kapal milik PT Cosco Logistic bernama Yuan Jing mengangkut 3 unit QCC masing-maisng untuk Pelabuhan Boom Baru, Panjang, dan Potianak.

Selanjutnya, diantara 3 QCC itu yang berada di kapal Yuan Jing, 1 unit Quay Container Crane itu mulai Roll Off di Dermaga terminal petikemas Boom Baru Palembang dan selanjutnya QCC tersebut nantinya akan dilakukan ujicoba dan siap operasi Oktober 2011.

Menurut Andi, saat ini Terminal Kontainer Boom Baru memiliki 1 Crane Container dan 1 Mobile Crane. Crane Container Single Lift (mampu mengangkat 1 kontainer) yang saat ini digunakan merupakan relokasi dari Pelabuhan Tanjung Priok buatan Jepang pada tahun 1971 dengan bobot SWL (Safety Weight Loading) 31 ton. Sedangkan QCC yang didatangkan dari China pada 25 Agustus 2011 lalu, merupakan QCC jenis twin lift (mampu mengangkat double kontainer) dengan SWL 61 ton.

Memang penambahan peralatan bongkar muat di pelabuhan sudah tidak bisa ditawar lagi untuk penanganan bongkar muat petikemas. Diperkirakan sampai dengan Nopember 2011 ini arus petikemas melalui Palembang mencapai 100 Ribu TEUs lebih, tutur Andi.

Selain itu, penambahan peralatan bongkar muat ini akan dilaksanakan secara bertahap berdatangan ke pelabuhan. Tahap berikutnya peralatan 4 unit RGMC dan 4 unit Gantry Jib Crane akan melengkapi terminal petikemas dan terminal konvensional.

Berdasarkan data yang dihimpun Indonesia Shipping Gazette, Sebanyak 13 unit alat bongkar muat yang dipesan oleh PT Pelindo II di Nanjing Port Machinery Plant, perusahaan perakit crane di China, siap dikirim ke Indonesia.


Engineer Nanjing Port Machinery Plant merupakan salah satu produsen crane terbesar di China. Tahun ini, perusahaan itu memproduksi 108 unit crane berbagai tipe di luar yang di pesan oleh PT Pelindo II.

Perusahaan BUMD milik pemerintah daerah Nanjing itu sudah menerima dan mengirim order pengerjaan crane dari sejumlah negara seperti Singapura, Bangladesh, Korea Selatan, dan Jepang.

PT Pelindo II sendiri memesan crane jenis Gentry Jiep Crane 10 unit dan Fix Jiep Crane sebanyak 3 unit di perusahaan ini sebanyak unit dan akan dikirim secara bertahap hingga 2012.(Ayos)


TAGS


-

Author

Follow Me