APBMI Menanti Nakhoda Baru

9 Sep 2011

Setelah organisasi pelaku kepentingan di pelabuhan dan pelayaran Indonesia, seperti Indonesia Shipowners Association (INSA) dan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mendapatkan nakhoda yang baru, kini Asosiasi Perusahaan Bongkar Indonesia (APBMI) juga akan melaksanakan pemilihan ketua umumnya yang baru.

Rencananya, pemilihan ketua umum APBMI periode mendatang akan dilaksanakan di Batam, sekaligus pelaksanaan Musyawarah Nasional pada Oktober 2011 mendatang.

Seperti diketahui, sudah lima tahun (2006 - 2011) APBMI dipimpin oleh Bambang Ketut Rachwadi. Selama lima tahun itu pula, asosiasi yang diembannya itu, dinilai berat oleh kalangan PBM. Salah satu alasannya adalah seperti perubahan kebijakan yang kemudian mempengaruhi usaha bongkar muat di pelabuhanan di seluruh Indonesia. Sebut saja, Undang Undang 17 / 2088 tentang Pelayaran, yang implementasinya diwujudkan pada Peraturan Pemerintah No. 61 / 2010 tentang kepelabuhanan, yang kemudian muncul berbagai tafsir berbeda antara terminal dan Perusahaan Bongkar Muat.

Saat dikonfirmasi oleh Indonesia Shipping Gazette mengutarakan, Bambang merasakan betapa beratnya memimpin APBMI. Hal ini terbukti dirinya melakukan yudisial review ke Mahkamah Konstitusi untuk menguji sejumlah pasal menyangkut eksistensi kegiatan Perusahaan Bongkar Muat.

Sebagai informasi, kondisi Perusahaan Bongkar Muat saat ini 85 persen mengalami kembang kempis, mengingat perubahan regulasi yang mengharuskan usaha ini untuk berinvestasi besar-besaran di peralatan bongkar muat. Sebagai contoh, di Pelabuhan Tanjung Priok dari 100 Perusahaan Bongkar Muat yang terdaftar, kini hanya 25 persen yang masih aktif.

Terlepas dari permasalahan itu semua, kini tinggal menunggu, siapakah figur yang akan menjadi pimpinan di APBMI, masihkah Bambang, atau kandidat-kandidat lain siap dengan segala visi dan misi? (ayos)


TAGS


-

Author

Follow Me