• 30

    Oct

    Sang Hawa

    Sekerumunan anak manusia Berkumpul disuatu wadah Dengan tujuan yang sama Walau beragam status Bukanlah suatu penghalang Dengan canda tawa Begitu Riangnya mereka Tapi diantara hiruk pikuknya suasana Seorang hawa terdiam menyendiri Seolah terlempar dari kerumunan Aku terfokus olehnya Begitu tajamnya aku membidik Fokus…fokus…dan fokus Aku coba menghinggapinya Tapi tubuhku tak kuasa Tertahan oleh perasaan Perasaan yang tertuju olehnya Dimana manusia tidak bisa melihat perasaan itu Tapi aku yakin perasaan ini pasti terkuak Entah kapan dan di mana Dengan harapan Bisa menghinggapi sang hawa Sesuai bidikanku Untuk menyambung perasaan ini
  • 22

    Oct

    Merpati Putih

    Aku terdiam di sudut sebuah ruangan Gemuruhnya manusia Telah merasuk ke dalam pikiranku Ahh..tapi masa bodoh pikirku Ku coba ganti suasana Dengan sedikit sesak Ku hirup udara yang kotor Tapi…itu kewajiban yang harus ku laksanakan Ku lihat merpati putih Begitu indah hiasannya Bak anak panah yang siap diluncurkan Bola mataku tertuju padanya Tapi…merpati putih itu terbang Entah kemana perginya Jauh meninggalkanku Dengan fikiran maya Beradu argument dengan hati kecil Ingin rasanya aku memelihara dan merawat Merpati putih yang ku damba
  • 10

    Aug

    Oh...Adikku

    Adikku maafkan kakak ya… Selama ini kakak hanya mau menang sendiri Kakak selalu marah marah terus dengan kamu kakak yang tidak mau mengerti dengan keadaan kamu Dalih yang selalu membela keluarga Sebenarnya kakak ingin bicara jujur dengan kamu Kakak miris dengan apa yang sedang terjadi pada dirimu Kakak tidak bisa melihat kamu di pinggir jalan setiap hari Dengan Vega yang selalu setia menemanimu Mencari sesuap nasi dan setetes bensin untuk vegamu Badan hitam dan debu yang menyelimutimu Itu membuat kamu seperti layaknya gelandangan Mungkin kamu tidak tahu apa yang sebenarnya yang kakak kerjakan Dan pastinya kamu menebak bahwa kakak adalah orang baik Yang taat agama dan patuh pada orang tua Tapi…itu semua salah besar adikku Kamu yang selama ini telah membangga ba
  • 10

    Aug

    Mamah

    Mah…setiap aku melihat Setiap aku menatap Setiap aku memandang Aku hanya bisa terharu Mamah yang begitu tegarnya Mamah yang begitu sabarnya Dan mamah yang begitu penyanyangnya Membuat teringang dalam hidupku Kulit yang mulai keriput Wajah yang mulai menua Kornea mata yang mulai merabun Semakin menambah lengkap di usia senjamu Tapi mamah jangan pernah bersedih Karena anak anakmu selalu ada untuk mamah
  • 22

    Jul

    Inspirasi On Stasiun Kebumen

    Aku pandang sekeliling stasiun Dua puluh delapan ribu rupiah telah aku berikan ke loket Sebagai penghubung aku ke Jakarta Tujuh belas lewat tiga puluh menit waktu pada saat itu Selembar tiket ada di saku Sambil menunggu waktu berangkat Aku berjalan menyusuri rel sekitar stasiun Tak lama aku duduk di rel Aku pandang ke sebelah kanan Matahari mulai terbenam diantara terangnya signal kereta api Sebagai kebiasaanku, aku mencari selembar kertas dan pulpen Menggoreskan tinta yang siap di gores kelelawar yang berhamburan keluar Rel kereta yang sudah berkarat yang entah berapa tahun dia bertengger efek siluet orang yang sedang menunggu kedatangan kereta api Menambah indahya petang itu Tak berapa lama kereta barang datang Persisi berada di depanku Entah kemana dia pergi Tapi pas
- Next

Author

Follow Me